Kyiai Gila nikahin anak umur 12 tahun ?!?!?!??!?
GILA………Orang Indonesia bener2 udah banyak yang gila….Perempuan Indonesia makin terpuruk aja….Belum lama ini terjadi tragedi 21 perempuan mati karena berdesak-desakan berebutan duit zakat Rp 30.000 eh sekarang ada lagi manusia bejat yang katnya kyiai tapi mau nikahin anak-anak perempuan umur 12, 9 dan bahkan 7 tahun……ADA APA SIH INI???
Gue jadi mikir, apakah ada alas an untuk membenarkan tindakan ini ? Gw cuba mikirin dari beberapa segi:
Segi Hukum
Jelas-jelas ini melanggar undang-undang perkawinan, karena dalam UU perkawinan no 1/1974 batas minimal pengantin perempuan adalah 16 dan pengantin laki-laki adalah 19 tahun (yang seinget gw udah direvisis jadi perempuan 19 tahun dan laki-laki 21 tahun).
Perilaku Syekh Puji ini juga bisa dijerat UU no 23/2002 tentang Perlindungan Anak dan
UU tentang Anti Traficking, karena jika ternyata si mempelai perempuan merasa terpaksa dan dia juga dengan terpaksa harus pindah dari rumah/komunitasnya untuk mengikuti syekh Puji sebagai suami, maka kepindahan dengan paksa ini bisa dianggap sama dengan ‘act of trafficking’.
Perilkau ini bisa dianggap pedophile kan??? Itu juga melanggar hokum kan….
Segi Kesehatan
Anak umur 11 tahun walaupun sudah menstruasi tetapi organ reproduktif nya masih dalam masa pertumbuhan dan belum siap untuk melakukan intercourse. Jika terjadi kehamilan dan melahirkan pada usia yang terlalu dini, resiko kesehatan bagi sang ibu muda sangat besar, dari perdarahan sampai fistula dimana salurang reproduksi bisa jebol dan menembus saluran kemih dan pembuangan sehingga menyebabkan kesakitan dan resiko kesehatan yang luar biasa.
Dari segi kesehatan mental, anak umur 11 tahun tentunya belum mengerti dan belum bisa secara mental mengambil/mempertimbangkan keputusan sendiri. Boro-boro ngerti tentang keadaan dan konsekuensi yang akan dia terima, tau juga nggak kali apa yang namanya seksual intercourse.
Segi Agama
Gue sama sekali nggak ahli dibidang ini, tapi gw percaya kalau Islam membawa manfaat bagi manusia. Gw percaya kalau dalam Islam segala sesuatu yang lebih banyak manfaatnya dari pada mudaratnya, pasti akan lebih benar. Dalam hal ini, gue coba menimbang2 kira2 manfaatnya apa sih nikahin anak kecil umur segitu. Kalau alasannya menikahi anak kecil demi menyelamatkan masa depan dia (untuk disekolahin, untuk di santuni hidupnya, dsb) ya udah jadiin aja anak asuh…nggak usah dinikahin….Itu lebih baik, menjamin masa depan, tanpa merusak tuh anak…lagian kalau dinikahin, bukannya menyelamatkan malahan merusak tuh anak kan….apalagi kalau ternyata tu anak sampai berenti sekolah, dan samapi mendapat tekanan sosial karena banyak yg tau dia menikah sama orang tua begitu….
Gw bener2 jadi terkesima…kok segitu murah nya harga anak perempuan kita yah…karena kampong tu anak perempuan menerima 30 juta sumbangan, maka warga kampung dan orang tua tuh anak rela ngerusak si anak perempuannya. Gw jg ga habis piker, ini kyai kok sedeng amat dan nggak manage syahwatnya dan merasa fine-fine aja ngerusak masa depan seorang anak perempuan….dan dengan cueknya ngomong…saya emang suka yang kecil-kecil….gilaaaaaaa
Orang kaya gini nih bagus nya ditangkep, masukin penjara, terus diceramahin deh tuh ama pakar agama, pakar kesehatan, pakar sosial dan penegak hokum….sinting…..

ini mah bukan cuma gila tapi sakit!!! kayak gak ada perempuan yang lebih pantes aja sih?…sukanya yg kecil2 ya?…hohoho cabe rawit kan kecil tuhhh, mau gak pak kyai?..hahahaha
*Ya kiai macam itu sangat meruntuhkan citra agama…, dia bertindak atas hawa nafsy tapi mempergunakan tameng agama. Sungguh memprihatinkan
*Salam kenal ya…,
*Oh iya sy mengundang anda tuk membaca Novel sy yg berjudul HEXVERSTOONE di blog saya, kl gak keberatan sekalian di follow, mohon dukungannya
*Salam hormat