Apa itu Gender part 3
Masalah juga timbul (bukan timbul srimulat….) ketika peradaban (atau society) lebih menghargai ‘gender’ laki-laki atau nilai-nilai/muatan-muatan/peran-peran sosial yang dilekatkan kepada laki-laki. Coba deh kita tanya aja sama diri kita sendiri, kalau kita ngeliat orang yang lagi berangkat kerja, dengan mobil keluaran tahun terkini, pakai kostum kantoran yang rapi…pasti kita lebih terkesan dari pada ngeliat ibu-ibu yang lagi jalan dikomplek nganterin anaknya ke sekolahan….tul nggak ???? Contoh berikutnya, dalam perkenomian negara aja (hampir semua negara di dunia) pekerjaan domestik (ngurus rumah tangga) dan merawat/mengasuh anak/orang lanjut usia, tidak dihargai secara ekonomis (unpaid care work), walaupun sekarang sudah mulai ada beberapa negara seperti Swedia, Inggris dan lain-lain yang mulai memberikan insentif untuk pekerjaan ‘perawatan’ keluarga atau ‘pengasuhan’ anak/manula.
Karena pem’bakuan’ edan stereotyping ini sudah terjadi begitu lama, dan terus dikuatkan (reinforced) oleh budaya/tradisi, interpretasi ajaran agama, negara/politik dan pasar/capitalist market/economy……maka jadilah masyarakat dunia ini sebaga masyarakat yang patriakis atau yang lebih cenderung kepada laki-laki. Dalam masyarakat dan budaya yang patriakhis, laki-laki dihargai lebih daripada perempuan, sehingga terjadilah pemiskinan, ketidak adilan, pembebanan ganda, subordinasi dan diskriminasi terhadap perempuan. Contoh lagi…(contoh melulu) kalau laki-laki dianggap berhasil kalau dia mampu memberikan penghidupan yang baik bagi istri dan anaknya, dia hanya ‘dituntut’ untuk perform 100% di kantor tapi dirumah tidak ( pada bilang : kan ada istri …huh!!!!), jadi kalau dia sukses dalam karir maka dia dianggap berhasil, dinilai OK. Tapi kalau perempuan bekerja, dia dituntut untuk memberikan 100% ditempat kerja dan dirumah, karena dia tetap ditunutu untuk mengurus reumah tangga dan anak. Ini contoh ketidak adilan dan pembebanan ganda terhadap perempuan dimana dia diberikan beban produksi (bekerja dan mencari nafkah) serta beban reproduksi (mengurus rumah tangga dan merawat anak).
OK, kayaknya untuk lanjut lagi perlu energi dan masukan baru deh….feel free to jump in the discussion yaaa….

Leave a Reply