Apa itu Gender part 2

OK, lanjut dari postingan yang lalu tentang sedikit perkenalan dengan istilah ‘gender’. seperti udah diutarakan (atau diselatankan, atau dibaratkan, atau apalahhhhh), gender itu adalah muatan sosial yang dilekatkan pada laki-laki maupun perempuan, seperti perempuan: feminin, mahluk domestik, mengurus/menjaga anak, dll, dan laki-laki:maskulin, pencari nafkah, pemimpin, nggak boleh nangis, dll. Karena gender adalah konstruksi sosial, maka dia bisa berubah, dipertukarkan dan bisa berbeda dari satu tempat ke tempat lain, contoh misalnya, di sauatu daerah bisa dianggap tabu jika laki-laki menggendong anak sementara didaerah lain bisa jadi merupakan kebiasaan jika san ayah yang menggendong anak. Gender merupakan interpretasi atau terjemahan manusia akan hal-hal kodrati dari laki-laki dan perempuan.

Terus…terus…kenapa juga pake diributin sih ??? Biarin aja toh perempuan jadi feminin, sukanya maen masak2an dan biarin aja laki-laki sukanya maen mobil2an dan nggak suka warna pink….itu kan pilihan….Emang bener bangettt…ngetttt…ngett…kalau semuanya fine fine aja, damai dan adil sejahtera sih ya fine aja. Tapi persoalan muncul ketika peran-peran atau nilai-nilai sosial yang sebenarnya bisa saling bertukaran ini ‘dibakukan’, seakan-akan tidak bisa dipertukarkan dan yang paling parah, seakan-akan dosa besar kalau saling dipertukarkan. Contohnya, merawat anak, mengurus rumah tangga seolah menjadi ‘baku’ sebagai peran perempuan dan perempuan tidak bisa terjun keranah public maupun sebagai pemimpin. Contoh juga, seakan-akan dibakukan bahwa laki-laki nggak bisa ngurus anak dan bukan multi-tasker yang handal dan dianggap impoten kalau dia gajinya lebih rendah dari pada pacaranya, istrinya atau partnernya, yang jangan-jangn saking tertekannya itu lelaki karena tuntutan sosail untuk bergaji lebih besar dari perempuannya, bisa jadi dia impoten atau ‘loyo’ beneran…hehheheh

Masih mirip-mirip sama pembakuan peran, masalah lain juga muncul ketika ada stereotyping terhadap laki-laki dan perempuan (dianggap memiliki sifat-sifat dan perilaku tertentu yang disamaratakan untuk semua golongan, seperti orang padang stereotype nya pelit dan tukang jait hehhehe, orang batak : galak, orang cina : mata duitan, orang aceh : tukang tipu…dll. biasanya stereotype terkait dengan sifat kurang baik). Seperti perempuan itu di stereotype-kan jadi mahluk yang lemah, cengen, selalu bimbang dan penggoda, sementara laki-laki stereotypenya tidak peka/halus perasaannya.

Apalagi permasalahn seputar isu ‘gender’??? posting berikut yahhhh….harus balik kerja nihhhh….hehhehehhe

~ by gondan on August 6, 2008.

2 Responses to “Apa itu Gender part 2”

  1. woh, bikin penasaran aja ….

  2. Wehehehehe, mau kerja kok masih sempat posting…
    Postingan mantap, mungkin bisa dijadikan bahan rujukan untuk Rancangan Undang-undang gender… :)

Leave a Reply