GILA…..SINTING….!!!!!! 21 perempuan tewas karena ngantri zakat yang nilainya antara Rp10.000 – Rp30.000. Baru pertama kali ini gw nangis dan sakit hati sejadi-jadinya baca berita di Koran…beneran deh, segitu nggak berharga kah nyawa perempuan Indonesia sampai harus dituker dengan duit 30 ribuan ???
Terlepas dari apa yang SBY bilang bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia adalah paling rendah selama 10tahun terkhir, terlepas dari APBN yang dari 10 2004 sampai sekarang sudah naik hampir empat kali lipat, kenyataannya kemiskinan tetap meraja lela. Dan kenyataanya KEMISKINAN BERWAJAH PEREMPUAN! Data PBB menunjukkan bahwa 70% dari orang miskin adalah perempuan, dan keluarga yang dikepalai oleh perempuan (female headed household) adalah yang paling miskin diantara yang miskin. Terbukti, SELURUH 21 KORBAN TEWAS DI INSIDEN BAGI-BAGI ZAKAT ADALAH PEREMPUAN.
Emang gila-gilaan bias gender di negri kita ini, bukan hanya dari pendidikan (partisipasi perempuan di pendidikan lanutan lbh rendah dari laki-laki, data persisnya gw kebetulan ga ada skrg),lama bersekolah perempuan lebih rendah dari laki-laki, upah perempuan yang rata-rata 30% lebih rendah dari laki-laki, angka kematian ibu 307/100.000 atau paling rendah di ASEAN, ternyata sampai dalam urusan mati pun bias gender masih saja memberatkan perempuan.
Pertanyaan yang mengusik pikiran gue, apa yang kita bisa simpulkan dari kematian 21 perempuan ini??
Karena peran sosial perempuan yang di’bakukan’ sebagai pengurus keluarga, maka ketika BBM subsidinya dikurangi, ketika biaya kesehatan & pendidikan meningkat, ketika kebutuhan dasar seperti air, pangan,sandang tak terpenuhi makan perempuanlah yang paling pertama pusing dan palin stress. Contohnya dalam sebuah keluarga typical Indonesia dipedesaan, san suami/bapak taunya Cuma hidup susah, duit susah dicari, daya beli semakin menurun, dia hanya member uang belanja secukupnya dia. Pokoknya dikasih Rp10 ya dari duit segitu harus bisa mencukupi segala macem kebutuhan tanpa mau tau gimana caranya, si ibu/istri yang harus pinter-pinter atur. Sementara dia nggak mau tau kalau dulu Rp10 bisa buat beli beras dan ayam, sekarang untuk beli beras dan minyak aja nggak cukup.belum lagi untuk biaya anak sekolah……seringkali si ibu/istri harus mendahulukan segala kepentingan orang lain selain dirinya, bahkan terkadang rokok untuk sang bapak/suami didahulukan daripada untuk makannya atau anaknya.
Jadi jelas banget bahwa:
Pertama: Kemiskinan dirasakan dampaknya secara berbeda oleh laki-laki dan perempuan. Walaupun sama-sama mioskin, tapi perempuan dan laki-laki merasakan kemiskinan secara berbeda. Sedikit banyak hal ini juga dipengaruhi oleh konstruksi gender dimasyarakat kita. Ketika seorang perempuan itu miskin dia akan heboh dan panic memikirkan wellbeing of the family that she takes care of, gimana anak mau makan, sekolah, suami makan biar ga sakit supaya bisa cari nafkah, dll,dsb. Dia akan merasa berbeda dengan laki-laki karena dia ‘harus’ mem,ikirkan wellbeing anaknya dan keluarganya….sementara, kasarnya kalau laki-laki miskin ya udah, pasang badan aja, karena secara sosial dia tidak pernah terkonstruksi untuk automatically mikirin anak dan keluarga….
Kedua: kemiskinan paling terasa dampaknya oleh perempuan. Karena peran sosialnya sebaga care giver itulah maka kemiskinan dampaknya paling berat dirasakan oelh perempuan. Sebegitu beratnya kemiskinan yang dirasakan perempuan, sampai-sampai lebih banyak perempuan yang rela antri berdesak-desakan dan mengorbankan nyawa mereka disbanding laki-laki. Sampai-sampai tergiur dengan 30ribu, karena 30 ribu bagi perempuan sangat berarti untuk beli beras, minyak, dan kebutuhan pokok lainnya…..Faktor akses terhadap asset produksi juga berpengaruh disini, biasanya perempuan nggak punya tanah yg bisa dipakai untuk bertani (walaupun laki-laki miskin juga ga punya tapi lebih banyak lagi perempuan yg ga punya, karena kebanyakan asset keluarga itu atas nama suami). Kalaupun ada tanahnya misalnya, tapi perempuan nggak punya skillnya, karena dari kecil udah diajar untuk hanya ngurusin dapu, kasur dan sumur……
Kalo udah begini gw bener2 speechless deh….sorry kalau tulisannya agak berantakan, karena bener2 lagi emosi bangetttttt!!!!!!
Recent Comments